Banner

Rabu, 14 September 2016

Empat Orang Gadis

                          Oleh :
             Nova Kusuma Windy

Semilir angin berhembus
Pohon,daun dan bunga bergoyang mengikuti arah angin
Menambah keindahan malam
Berlagukan rintik air hujan

Empat orang gadis berjalan riang
Saling bergandengan
Di tempat inilah awal kebersamaan
Lantai atas penuh kenangan
👭👭

Hingga larut malam
Sunyi sepi suara tiada terdengar
Dengan mata lelah memandang
Empat orang gadis berlalu pulang

Selasa, 13 September 2016

DENGAN PUISI AKU

                          Oleh :          
                 (Taufiq Ismail)

Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbaur cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Napas jaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya

Sumber : http://orb.web.id/puisi-dengan-puisi-aku.html

Bayang Semu

             Oleh : Nova Kusuma Windy

Singgah hanya sekejab
Menghibur hati dalam gelap
Pilu menusuk hingga kalbuku
Melayang aku dalam ruang hampa

Ku tanya mengapa?
Jawab hanya biasa
Ku tanya siapa?
Malah berbalik jauh melangkah

Aku yang selalu merindu
Aku yang selalu mencari
Tak ku temukan,tak ku dapatkan
Hanya bayang semu

Minggu, 11 September 2016

Kampungku Ramai

Oleh : 
Nova Kusuma Windy



Google Images

Ramai
Malam kemarin hening 
Kini ramai
Lantunan suci terdengar

Pukul dua malam masih ku dengar
Hingga pagi datang
Lantunan suci dari semua kalangan
Bersahut sahutan Beduk dan takbir

Rasa haru selalu hadir
Menggembirakan kampungku
Menyertai malam penuh damai
Hingga matahari terbit kelak

Putih putih berjalan ramai
Menuju rumah paling tenang
Bersujud mereka penuh kenangan
Haru menyelimuti ketiadaan

Ramai 
Kampungku ramai
Ramai
Kampungku ramai

12 September 2016 / 02 : 40


Sabtu, 10 September 2016

Daun Kering Terbuang

Oleh :
Nova Kusuma Windy

Rintik air terdengar pertanda hujan
Angin berhembus perlahan
Menuntun Daun gugur melayang
Jauh teramat jauh terbang
Sekumpulan daun kering terbuang

Melayang layang tak tahu tujuan
Berharap tempat layak 
menampung kesendirian
Jauh semakin jauh terbang
Tinggalkan rumah penuh kenangan

Mungkinkah akan jadi penghuni hutan
Atau mungkin penghias pelataran
Terbawa derasnya air hujan 
Atau mungkin juga lapuk akan debu jalanan
Kini daun kering terbuang 

google Images :


Kamis, 08 September 2016

Subuh Penyejuk Qolbu

By : Nova Kusuma Windy
    Korekgraphy Images   


Subuh datang lagi
Bersama hening yang sangat sepi
Ucap syukur ku panjatkan
Pada penguasa Alam ini

Subuh datang lagi

Menyapa bumi dan seisinya
Seakan berkata
Tinggalkan duka malam tadi

Subuh datang lagi

Penghantar mentari penyejuk Hati
Mengiringi jiwa gelap tuk jadi  berseri
Dalam memulai perjalanan hari ini

Rabu, 07 September 2016

Cinta Usang Membawamu Pergi

By :  Nova Kusuma Windy

Ku cari kamu di keheningan malam
Namun tak ku temukan
Ku Rindukan kamu
Namun entah kau rasa atau tidak

Cinta usang membawamu pergi
Pergi mengikuti arah angin dan berjalan
Mengiringi waktu
Entah sampai kapan

Ku rindu kamu
Hingga pagi menyapapun tak kutemui kamu
Mungkinkah akan ku tunggu hingga akhir waktuku
Ataukah mungkin ku tinggalakan  rasa itu

Tidakkah kau rasa bisikanku
Yang ku kirimkan lewat bahasa kesunyian
Di setiap malam-malam dingin
Yang kini telah lalu

Aku merindukanmu
Namun kecewa pernah tak berarah
Saat angin lalu menyapa

Ku cari kamu dan ku temui kau berubah